cara membeli saham

Investasi Saham IPO, Pahami Ini Dulu

Pernah mendengar istilah perusahaan go public alias IPO? Terlebih, akhir-akhir ini banyak investor pemula maupun berpengalaman yang semakin antusias dengan saham-saham go public tersebut. Banyak investor pemula juga mencari cara membeli saham IPO yang tepat demi mengharapkan imbal hasil yang maksimal.

Tips Aman Investasi Saham IPO

Besarnya minat investor dalam memilih saham-saham IPO kerap menjadi sorotan. Hanya saja, Smart People tidak boleh terlalu gegabah dalam menentukan saham mana saja yang akan dibeli dan diinvestasikan. Untuk itu, berikut beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum memutuskan berinvestasi saham-saham IPO.

1. Saham IPO lebih berisiko

Salah satu hal yang harus Smart People pahami sebelum memutuskan berinvestasi pada saham IPO adalah risikonya yang besar. Ya, saham ini memang lebih berisiko, namun seimbang dengan hasil yang akan didapatkan. Tidak mengherankan saham IPO memiliki istilah high risk high return.

Untuk itu, Smart People perlu mengenali risk appetite yang dimiliki, apakah cenderung orang yang suka dengan risiko atau sebaliknya. Jika Smart People termasuk orang yang lebih menghindari saham berisiko tinggi, maka carilah alternatif investasi yang lain.

Kendati risikonya tinggi, hasilnya juga terbilang tinggi. Hal ini karena saham IPO banyak yang dinilai belum memilih kestabilan harga sehingga kemungkinan mencapai ARA (Auto Reject Atas) masih sangat tinggi.

2. Perhatikan timing

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah timing alias waktu. Hal ini penting mengingat ada banyak momentum potensial yang terjadi pada waktu-waktu tertentu. Bahkan, momentum tersebut terjadi di waktu yang sangat tepat.

Sebagai contoh, banyak kalangan menilai jika perusahaan yang IPO di bulan Juni sampai Juli cenderung kurang baik oleh pasar. Hal ini mengingat ekspektasi kenaikan inflasi Amerika Serikat yang dapat menarik masyarakat guna lebih banyak mengoleksi Surat Utang Negara (SUN).

Hal tersebut disinyalir akan menimbulkan sentimen negatif yang cukup kencang karena dikhawatirkan akan menaikkan yield (imbal hasil) SUN Indonesia. Pada akhirnya, langkah investasi saham akan menjadi kurang optimal karena timing yang kurang tepat.

3. Pelajari bisnis perusahaan dan tujuannya

Hal lain yang juga tidak kalah penting sebelum membeli saham IPO adalah mengenal kembali bisnis perusahaan tersebut serta tujuan mereka untuk melakukan IPO. Mengenal bisnis perusahaan sekaligus prospeknya tentu sangat penting dalam jangka waktu ke depan.

Sejatinya IPO ditujukan untuk mendapatkan pendanaan. Jadi jika tujuan IPO adalah untuk melakukan ekspansi dan menunjang pertumbuhan pendapatan, Smart People tidak perlu ragu mencari cara membeli saham tersebut karena akan dipandang positif.

Sebaliknya, jika perusahaan melakukan IPO demi bisa membayar utang operasional, tentu hal tersebut wajib menjadi perhatian khusus. Berhati-hatilah sebelum Smart People membeli saham perusahaan dengan tujuan yang kurang baik tersebut.

4. Pahami prospektus perusahaan

Ketika akan membeli saham-saham IPO, jangan langsung gegabah karena yakin harganya ARA. Ada baiknya jika Smart People mempelajari bisnis perusahaannya kembali secara seksama menggunakan prospectus.

Dalam prospektus ini, Smart People dapat melihat histori laporan keuangan yang dimiliki oleh emiten dalam beberapa tahun ke belakang. Ada baiknya mencermati bagian arus kas operasional, pertumbuhan, hingga semua rasio keuangan perusahaan.

Selain itu, Smart People juga dapat membandingkan rasio keuangan dari perusahaan tersebut dengan rata-rata rasio yang ada pada industrinya. Apabila sudah baik, tentu tidak perlu diragukan lagi jika Smart People akan memilih saham IPO tersebut.

5. Tetapkan kembali tujuan dan jangka waktu investasi

Ketika akan membeli saham IPO, Smart People juga perlu menanyakan ke diri sendiri, apa tujuan dan berapa lama jangka waktu investasi yang diinginkan. Jika bicara mengenai tujuan, tentu tidak jauh dari imbal hasil yang besar, namun perlu diperhatikan kembali kalau harga saham akan terus bergerak dan mengalami fluktuasi.

Selain itu, lama waktu berinvestasi juga wajib menjadi pertimbangan. Smart People juga perlu mempertibangkan apakah ingin berinvestasi dalam jangka panjang atau pendek menengah. Memang tidak ada batasan yang pasti mengenai hal tersebut karena semua kembali kepada diri Smart People sendiri.

6. Investasi dengan uang dingin

Apabila semua aspek sudah dipertimbangkan dengan matang, Smart People sudah mulai bisa berinvestasi saham IPO. Kendati demikian, pastikan kembali dana yang digunakan merupakan alokasi khusus untuk kegiatan investasi rutin.

Jangan gunakan dana yang seharusnya dipakai untuk berbagai kebutuhan seperti bayar uang sekolah, dana cicilan utang, dan sebagainya. Hal ini karena investasi saham memiliki berbagai risiko yang tidak sedikit sehingga harus dialokasikan dengan matang.

Buat Smart People yang kebingungan mencari saham-saham IPO terbaik saat ini, tentu diperlukan suatu aplikasi yang tepat. Gunakan RHB Tradesmart yang dikenal sebagai aplikasi investasi dan trading saham anti-lag sehingga tidak mudah mengalami kendala.

Aplikasi ini juga dikenal dengan berbagai fitur menarik, seperti Smart Fee dan Smart Rate. Dalam Smart Fee, investor mampu menghemat biaya dengan fee rendah mencapai 0,08%. Sementara itu, Smart Rate akan memudahkan trader dalam menikmati margin pinjaman transaksi cara membeli saham sebesar 0,025% per hari selama 3 bulan pertama.

Kabar baiknya, promo tersebut diperpanjang sampai Juni 2023. Jadi, tunggu apa lagi. Segera download aplikasi RHB Tradesmart dari Play Store atau App Store, sekarang juga!

Source:

Reza. (2022). Ini Cara Aman Membeli Saham IPO Bagi Investor Pemula. Liputan6.com

Sorongan, Tommy. (2021). Mau Serok Saham IPO BUMN? Amalkan 3 Jurus Ini Sebelum Masuk. CNBC Indonesia

Tim Redaksi. (2022). Mau Beli Saham IPO? Ini Tipsnya Biar Nggak Boncos. CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *